Pagi hari yang cerah, ketika kami ( kelas XI IPA I) sedang mengikuti pelajaran, Septi selalu bertanya kepadaku, sebut saja namaku Eka.
Kala itu sedang belajar pelajaran sejarah, biasa kalau sedang belajar sejarah pasti kita semua selalu merasa jenuh dan bosan. betapa tidak, yang dijelaskan yaitu cerita-cerita pada masa lalu seperti masa dinasti-dinasti, kerajaan-kerajaaan dan lain sebagainya, tau sendiri mana kita tau pada masa masa terdahulu , emang kita hidup pada masa lampau, heehe. Jadi kita semua kebanyakan mengobrol didalam kelas, ada yang ngobrolin pacar, gebetan, cem-ceman, bahkan masalah artis atau gosip bahasanya, ada juga yang mainan HP. Tidak ketinggalan aku dan septi juga sedang berbincang, biasa ngegosipin kakak kelas.
Kami memang teman sebangku, jadi kalau ada apa-apa sudah pasti curhat dong, kan sahabat sejati namanya. Kami selalu ngobrolin kakak kelas yang kita sukai masing-masing, biasa anak SMA kan kalau ada yang cakep dan kece dikit sudah pasti jadi idola buat para siswi.
“Ka, kemaren aku liat kak dika lo ? dia cakep banget”kata septi
“dimana sep?” tanyaku
“aku liat di jalan?”
“ hem kamu gak bilang dari tadi lo?”
“Emang kamu masih suka apa ma kak dika?”
“Masih dong, dia lo cakep bener, apalagi matanya sipit gitu kayak aktor korea idolaku Kim Hyun Joong”, jawabku
“Nah, kamu mah korea mulu pikirannya”
“Gak pa-pa dong, masalah buat lo?”
“Gak sih, tapi bosen aja korea mulu”
“Yang penting aku nggak, hhehe”
Tut..tut..tut.., bel menunjukkan berdering waktunya istirahat buat seluruh siswa siswi SMA NEGRI 1 SEKAMPUNG UDIK
“Waktunya istirahat anak-anak, jangan lupa belajar dirumah”
“Iya buk”
“Oa ibu ada PR, kerjakan hal 46, dikumpul minggu depan”
“Ya Allah buk, PR lagi, sekali-kali jangan PR terus geh buk”
“Ya biar kalian tambah pinter, yaudah ibu akhiri selamat siang “
“Siang buk”
Seperti biasa, kami langsung menuju kekantin untuk membeli makanan, karena belum sarapan.
“Sep, mau beli apa?” Tanyaku.
“Pecel aja ka”
“Gak soto aja?”
“Gak lah, lagi pengen pecel”
“Yudah aku soto aja deh”
“Buk, pecelnya 1, dan sotonya 1 ya?”
“Iya neng”jawab ibu kantin
Kala kita sedang makan, lewatlah idolaku yaitu Andika Avriyant, cowok tercakep di SMANSA kami, udah cakep, kece, keren, putih rapi, cuek, dan enak diliat pastinya, hehee Dia sedang jalan menuju kantin sama teman-temannya sekelas yaitu kak Anggita, kak Agus, Sholeh, Chandra dan masih banyak lagi.
Selain kak dika cowok tercakep, kelasnya juga termasuk idola bagi adek- adek kelasnya yaitu XII IPA I, karena dikelas itu selalu menjadi kelas kebanggaan para guru. Kelas XII IPA I selalu menjadi juara ketika mengikuti suatu perlombaan, misalnya juara basket antar kelas, footsal, ngeband, paskibra, maupun perlombaan-perlombaan akademika antar sekolah. Gak heran dong, kalau adek-adek kelas juga pada kenal sama kakak-kakak kelas XII IPA I ini, hehehe termasuk aku. Seteleh makan kami langsung ke kelas, kemudian kami liat kak dika dan temantemannya sedang jalan menuju kelasnya. Ketika mereka melewati kelas kami, secara spontan septi langsung lari mengejar mereka.
“Kak Aang ?” panggilnya
“Iya, ada apa?” Jawabnya
“Minta nomernya kak dika sih kak, buat temenku?”
“Siapa?”
“Itu, Eka, dia ngefans ma kak dika.”
“Eka ??”
“Iya kak, minta ya ? boleh kan?”
“Boleh, tapi nanti ya, HP nya aku tarok di tas.”
“Iya kak, makasih.”
“Sama-sama.” Aku hanya bisa ngelihat dari jendela, penasaran apa yang sedang mereka bicarakan, tapi kalau aku kesana pasti malu, karena ada kakak-kakak XII IPA I, kan aku emang orangnya pemalu, hehe. Sekembalinya septi kekelas langsung aku tanyain, dan dia langsung cerita ini-itu apa yang sedang mereka bicarakan, Hem, disitu aku ada rasa marah dan malu, karena septi tidak ngomong dulu sama aku, tapi ya sudahlah nasi udah menjadi bubur, mau digimanain lagi udah gak bisa. Sepulang sekolah, kami berjalan bersama sampai dilapangan, eh tiba-tiba ada kak Aang disitu, tepatnya kak Anggita Pradana, cowok pinter kelas XII IPA I itu. Refleks, septi langsung memanggilnya ..
“Kak aang?”
“Iya, kenapa?” jawabnya
“Gimana, kan aku tadi bilang mau minta nomer HP nya kak Dika.”
“Owh, iya ini ada.”
“Gak usah lah sep gak enak akunya,”malu akunya kayak salting gitu
“Ya kenapa lo ka, katanya kamu suka, iya kak minta nomernya kak dika itu buat eka..”
“Owh buat eka (liatin aku dengan senyum-senyum gitu) yaudah gak papa kali, ini aku ada kok nomernya .. hehe”
“Gak usah lah..” jawabku. padahal dalam hatinya mau banget, hanya malu saja dengan tingkat temannya alhasil, mukanya kayak kepiting rebus gtu, merah merona
“Minta nomermu aja, ntar aku kirimin kekamu nomernya ?”, kata anggita dengan menatap wajah eka. (dengan senyum-senyum gitu)
“Loh, kok jadi nomerku ?” tanyaku
“Ya gak papa sekalian aku ada nomermu kan, hehe, ntar aku kirim kok nomernya” .. jawabnya
“Emm, aku gak ada HP” , jawabku
“Bohong deng kak, dia mah ada HP kok”..nyahut aja si septi.
“Yaudah, ni HP ku tulis aja nomermu ntar aku SMS’in kamu nomernya,” (kata aang sambil memberikan HP nya kepadaku
“Emm, kan jadi nomerku malahan, yaudah deh.” jawabku sambil menulis nomer HP ku dan septi.
“Nah, gitu dong, gitu ngomongnya gak ada Handphone boong bener.” dengan senyum khasnya.
“Hem .. iya iya iya, maaf, tapi aku harus SMS kak Dika gimana dong nanti?” Tanyaku
“Yaudah jujur aja, kamu adek kelasnya dia, dan tanya-tanya kayak biasa gitu” jawabnya
"Hem tapi malu.." jawabku
“Malu kok dipelihara” ..nyahut aja si septi. Reseh bener punya temen kayak gini, bukannya belain maalah mojokin, hadeh temenku satu ini bener-bener, tapi sebenarnya dia baik kok.
“Yaudah, SMS biasa aja lo kaa, gak usah malu-malu gitu, nyantai aja ma dika mah” .. jawabnya
“Yaudah deh, makasih yaa”..
”Iya sama-sama, kalian orang mau kemana ? “tanyanya
“Kami ? pulang doong, kamu gak pulang kak ?” tanya sahabatku, siapa lagi kalo bukan septi.
“Masih ada perlu aku mah.. hehe yaudah hati-hati yaa” ..
“Okay, thanks” .. Hari itu terasa aneh aku berfikir kenapa kak Aang malah minta nomerku, padahal dia kan bawa HP dan tinggal ngasih nomernya aja, hem berfikir positif aja lah mungkin dia pengen kenal juga ma adek kelasnya ..hehe Septi sebenarnya suka sama kak Aang, dia selalu cerita tentang kak Aang yang katanya pinter, religius, pendiem, pinter gitar dan penyuka club bola Real Madrid itu. Aku mah jadi pendengar yang baik hati doong, dengerin cerita temen harus bener-bener fokus ntar kalo nggak fokus kitanya dibilang gak ngehargain, kan jadi repot kitanya. Septi selalu cerita kak Aang ketikakami pulang sampai hampir sampai di tempat aku nganterin dia biasanya, dan anehnya topiknya ya itu itu aja kak Aang terus yang dibicarain. Hem hadeh, punya temen kayak gini, tapi jangan salah lo walaupun Septi sering nyebelin, bahkan temen –temen sekelas pada gak suka sama sikap dia itu yang katanya cerewet, suka cari perhatian ma guru, dan sedikit egois, tapi dia pinter main gitar loo,.
Ketika kami sudah sampai di tempat biasanya, tempat aku nganterin dia pulang yaitu di perempatan Pugung Raharjo, karena dia tinggal di desa Gunung Raya dan masih jauh banget dari perempatan, makanya aku nganterin dia sampai disitu saja, nanti juga pamannya jemput dia disitu, bukan berarti aku gak mau nganterin sampek rumahnya, bukan pula karna aku gak setia ..hehe tapi karena aku takut juga karena di desa dia banyak banget begal. Jadi lebih baik aku hanya mengantarnya sampai di sini saja.
Sesampainya dirumah, tepatnya Desa Bauh Gunung Sari/ RW 06/RT24, aku langsung salam kepada kedua orang tua dan langsung kekamar.
“Ka, gak makan dulu?” kata ibu
“Gak lah bu, lagi capek, eka mau tidur aja.” jawabku
“Hem yaudah ntar kalo laper, makan yaa ambil sendiri “ kata beliau
“Iya lah buk eka kan udah gede, masak ya mau diambilin, malu dong ma adek ,, hehe”
“Hehehe, iya juga.” jawabnya
Aku memang terlahir dari 3 bersaudara, dan aku anak pertama dari 3 bersaudara, kedua orang tuaku adalah seorang petani, ayahku bernamaSumaryono dan ibuku Siti Muntiah, aku gak malu punya kedua orang tua yang pekerjaannya petani , malah aku bangga walaupun orang tuaku petani tapi hal itu malah membuat mereka gak ngelakuain korupsi doong. Kedua orang tuaku lulusan SMA, alhamdulillah pada zaman dahulu kan jarang orang –orang desa yang bisa meneruskan sekolah sampai jenjang SMA, paling banyak lulusan SD maupun SMP. Karena mereka benar –benar bekerja keras agar bisa lulus SMA. Sampai ngerjain hal-hal yang berat menurutku. Ibuku rela menjadi Guru ngaji di TPA, sedangkan bapak rela kerja apa saja yang penting halal agar bisa lulus sekolah. Makanya kita jadi anak harus benar-benar menjaga amanah dari kedua orang tua kita dong, mereka aja selalu siap bekerja siang malam untuk membuat hidup kita bahagia, mereka tidak menginginkan kita hidup keras seperti mereka dahulu, dan mereka berharap agar kita bisa menjadi orang lebih baik dari mereka dan lebih sukses dari mereka, tapi ingat kalo sudah sukses, tidak boleh lupa sama orang tua dan orang yang tingkatannya masih dibawah kita, itulah nasehat yang sering mereka berikan kepadaku, walaupun mereka hanya lulusan SMA tapi mereka mempunyai latar belakang agama yang bagus, ibuku sering ikut pengajian ibu-ibu dan sering sekali diberi amanah untuk jadi pembawa acara, pengisi pengajian kecil-kecilan dan lain-lain, sedangkan kalau bapakku sering juga mengisi khutbah jumat ketika ada sholat jumat dan beliau mempunyai buku-buku keagamaan yang banyak contohnya tentang Khulafaur Rasyidin, sahabat-sahabat rasul dan lain-lain. Bangga dong aku punya orang tua yang seperti itu yang selalu nasehatin kita dan mensupport tentang apapun apa yang aku lakukan, yang penting yang baik-baik aja. Adekku yang pertama cewek ia bernama Dwi Latifah, dia masih duduk dibangku kelas 5 SD, dia manis, kulit sawo matang dan lumayan pinter, dia selalu mendapatkan peringkat 3 besar, ya maklum aja murid di MI BABUSSALAM hanya mungkin 18 orang .. hehe Adekku yang kedua cowok, ia bernama Muhmmad Salman Alfarisi, dia masih berusia 3.5 tahun, cakep , imut, dan biasa kalo anak cowok cenderung nakal, bapak memberikan nama itu kepada adekku yang kedua ini karena ia suka akan sifat sahabat rasulullah yang bernama Muhammad Salman Alfarisi, makanya bapak memeberikan nama itu kepada adekku, benar-benar persis ya namanya, tapi semoga aja adekku juga punya sikap seperti sahabat rasullullah tersebut .. amin yaallah. Malam harinya, handphone ku berdering, eh ternyata SMS dari orang
“assalamualaikum, gimana kaa udah d SMS belum Dikanya ?” tanyanya
“walaikum salam, siapa ya ?” tanyaku
“Anggita kaa .?” balasnya
“owh, belum kak, gak tau bingung mau SMS gimana?” tanyaku
“kenapa ? orang tinggal SMS aja kok ka, katanya suka ? hehe” ejeknya
“ yee, nggak ya ? Cuma ngefans kok .. hehe”
“ ya sama aja ekaaaa”.. hehe
“hem iya beda lo kak “..
“hem, yaudah buruan gek di SMS dikanya “
“hem, iya deh, makasih”
“ buat apa ?” tanyanya
“semuanya” jawabku
“hem, kamu lo kayak apa aja, iya sama-sama” jawabnya
Lalu aku langsung SMS kak dika, bingung mau SMS apa.. “assalamualaikum, ni nomer kak dika bukan ya ?” tanyaku by SMS alay benar ya padahal udah jelas jawabannya iya.
“walaikumsalam, iya, ini siapa ya ?” balasnya
“ eka kak, anak XI IPA I”
“owh, yang mana ya ? kok aku gak tau?” Balasnya
“ biasanya pakai motor Beat warna putih kak” jawabku
“hem, kurang paham akunya, ada apa ya ?”
“gak papa kok kak, pengen kenal aja” jawabku
“owh gitu, dapet no aku dari siapa ?”
“dari kak aang kak”
“owh anggita??”
“Iya kak” Akhirnya kami SMS’an,
tapi aku sedikit ngerasa aneh, aku kira kak Dika orangnya Cuek, tapi ternyata tidak, malah terlalu welcome sama orang, hem ternyata perkiraanku salah, aku kira dia susah dideketinnya, tapi ternyata tidak. Dan disini aku sudah mulai gak begitu tertarik sama kak dika. Hem, emang sikapku ini aneh, tapi ya begitu adanya .