CERPEN KITA
Warisan Wiratama
Cerpen karya : Nina Suara grasak-grusuk di dapur menyadarkanku dari tidur pendekku. Aku melihat sekelilingku, ternyata aku tertidur di hada...
Villa Haruna
Cerpen karya : Nina Suasana sejuk mendekati dingin puncak menyambut kedatanganku di Vila Haruna, Vila yang katanya milik keluargaku tapi b...
Temen Jadi Demen
Cerpen karya : Nina Hal paling menyakitan dalam hidup kita adalah ketika kita demen tapi cuma dianggap temen. Dan hal inilah yang sedang me...
Setulus Hati Hanindiya
Cerpen karya : Nina Hari minggu, hari paling ditunggu semua orang yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di balik meja. Hari minggu har...
Jendela Kaca Lantai Dua (Part I)
Cerpen karya : Etis Gumanti Selamat pagi kesunyian, begitulah caraku menyapa lembaran cerita hidup ini di dunia . Sore itu warna langit k...
Jendela Kaca Lantai Dua (Part II)
Cerpen Karya : Etis Gumanti Jendela. Bagi sebagian orang mungkin jendela adalah hal yang sepele. Tapi bagiku, jendela adalah segalanya. J...
Kesempatan Kedua
Cerpen karya : Nina Entah seberapa besar dosaku sehingga dengan begitu mudahnya Allah menjungkir balikan duniaku. Di usiaku yang ke 18 disa...
Maaf Untuk Ibu (PART II)
Cerpen Karya : Heru Apri Saputra “Kriiing…kriiing…kriiing.” Bunyi keras alarm membangunkanku dari tidur malam yang lelap. Aku membuka matak...
Subscribe to:
Comments (Atom)